Arbutin diperoleh dengan mereaksikan glukosa dengan hidrokuinon yang diekstraksi dari daun bilberry, daun cranberry, daun pir, buah beri beruang, dan blueberry, yang merupakan tanaman asli daerah pegunungan. Struktur molekul arbutin adalah hidrokuinon yang terikat pada glukosa. Arbutin menghambat aktivitas tirosinase yang terlibat dalam proses sintesis melanin di kulit, menekan akumulasi melanin yang berlebihan, mengurangi pigmentasi, membantu meratakan warna kulit, serta mencegah flek dan bintik. Arbutin dibagi menjadi tipe α dan tipe β tergantung pada bagaimana glukosa dan hidrokuinon terhubung.
β-Arbutindihasilkan melalui sintesis kimia. β-Arbutin memiliki stabilitas struktur yang lebih rendah dibandingkan α-arbutin dan mudah rusak oleh sinar UV dan panas. Oleh karena itu, disarankan untuk menggunakan produk perawatan kulit yang mengandung β-arbutin hanya pada malam hari, dan bila digunakan pada siang hari disarankan untuk digunakan bersamaan dengan tabir surya. Ia juga memiliki kelemahan yaitu mudah terdegradasi oleh enzim intraseluler karena stabilitas intraseluler yang rendah dibandingkan dengan α-arbutin. Ini adalah α-arbutin yang mengkompensasi kekurangan ini.
- Nomor CAS: 497-76-7
- Nomor EC: 207-850-3
- Rumus molekul: C12H16O7
α-Arbutinhanya dapat diproduksi melalui sintesis enzimatik (fermentasi mikroba). Berbeda dengan β-arbutin, ia tahan terhadap cahaya dan panas, sehingga dapat digunakan siang dan malam serta bekerja secara stabil di dalam sel sehingga lebih efektif dan tidak beracun. Dengan mengkompensasi kekurangan β-arbutin, strukturnya jauh lebih stabil dan tidak mudah rusak. α-Arbutin sekitar 10 kali lebih kuat dibandingkan β-arbutin dalam menghambat melanogenesis. α-Arbutin menghambat tirosinase untuk meratakan warna kulit dan meminimalkan bintik-bintik penuaan, bekas jerawat, kemerahan setelah noda, dan banyak lagi. Ia juga memiliki sifat antiseptik dan anti-inflamasi.
- Nomor CAS: 84380-01-8
- Nomor EC : 617-561-8
- EINECS/ELINCS: 440-470-8
- Rumus molekul: C12H16O7
Apa Persamaan Antara Arbutin dan Alpha Arbutin?
- Arbutin dan alpha arbutin adalah hidrokuinon glikosilasi.
- Alpha Arbutin adalah salah satu dari dua bentuk arbutin.
- Keduanya berasal dari sumber alami.
- Mereka menghambat aktivitas tirosinase.
- Dengan demikian, mereka menghambat pembentukan melanin.
- Kedua jenis ini mengurangi pigmentasi kulit akibat radiasi UV dari matahari.
- Selain itu, arbutin dan alpha arbutin bertindak sebagai agen pencerah kulit.
Apa Perbedaan Antara Arbutin dan Alfa Arbutin?
Arbutin merupakan hidrokuinon glikosilasi yang menghambat tirosinase sehingga mencegah pembentukan melanin, sedangkan alfa-arbutin merupakan salah satu dari dua bentuk arbutin yang lebih tahan terhadap panas, lebih menunjukkan stabilitas cahaya dan sifat kelarutan dalam air yang tinggi dibandingkan bentuk lainnya. Jadi, inilah perbedaan utama antara arbutin dan alpha arbutin. Konsentrasi aman penggunaan arbutin dalam bentuk alfa adalah 2%, dan bentuk beta adalah 7%.
Infografis di bawah ini menyajikan perbedaan antara arbutin dan alpha arbutin dalam bentuk tabel untuk perbandingan berdampingan.
Bagaimana cara kerja arbutin pada kulit Anda?
Seperti kita ketahui, ketika melanosit kulit dirangsang oleh sinar ultraviolet dari luar, mereka akan menghasilkan tirosinase, yang bergabung dengan tirosin dalam tubuh untuk membentuk dopamin, dan akhirnya membentuk melanin melalui REDOX, reaksi dekomposisi dan dekarboksilasi. Melanin, pigmen yang bertanggung jawab atas warna kulit, kemudian diangkut ke lapisan basal, dermis, epidermis, dan lapisan struktur kulit lainnya, dan kemudian dibuang bersama bulu atau sistem peredaran darah. Namun bila melanin terlalu banyak, maka melanin yang tidak dapat dimetabolisme oleh tubuh akan mengendap di lapisan epidermis hingga membentuk noda. Beberapa bahan seperti hidrokuinon (hydroquinone), arbutin, phenylethylresorcinol, dan asam azelaic dapat secara efektif memblokir pengikatan tirosinase ke tirosin dan menghambat melanin.
Arbutin berikatan secara efektif dengan enzim tirosinase yang mengkatalisis sintesis melanin. Ini adalah alternatif yang ampuh untuk hidrokuinon (yang dilarang di Eropa dan Australia) namun lebih lembut pada kulit. Berbeda dengan hydroquinone, yang merupakan bahan pencerah kulit yang kuat dan bisa sangat agresif pada kulit, arbutin merupakan alternatif yang aman dan alami. Singkatnya, beta arbutin bekerja dengan menghambat tirosin secara kompetitif. Hal ini mencegah produksi melanin, membuat kulit Anda tampak lebih cerah dan cerah — serta memudarkan hiperpigmentasi, bintik-bintik penuaan, bintik-bintik matahari, dan bekas jerawat.
Waktu posting: 11 Juli-2023