Selamat datang di Xi'an Aogu Biotech Co., Ltd.

spanduk

Apa yang dilakukan Serrapeptase?

Apa itu Serrapeptase?

Serrapeptase adalah bahan kimia yang diambil dari ulat sutera. Ini adalah obat yang umum digunakan (Takeda Chemical Industries) di Jepang dan Eropa. Di AS, serrapeptase diklasifikasikan sebagai suplemen makanan.

Serrapeptase digunakan untuk kondisi seperti sakit punggung, osteoartritis, dan rheumatoid arthritis, dan untuk kondisi yang umumnya berhubungan dengan nyeri dan pembengkakan (peradangan), namun tidak ada bukti kuat yang mendukung penggunaan ini.

Serrapeptase—juga dikenal sebagai serratiopeptidase—adalah enzim proteolitik, yang berarti membantu memecah protein.

Menariknya, serrapeptase awalnya ditemukan pada ulat sutera sebagai enzim yang memfasilitasi munculnya ngengat untuk melarutkan kepompongnya—sebuah fitur yang akan kita lihat juga memiliki efek menguntungkan pada manusia.

Serrapeptase termasuk dalam keluarga enzim proteolitik, karena enzim lain seperti bromelain, trypsin, dan chymotrypsin juga ditemukan memiliki aktivitas anti-inflamasi.

Selama tahun 1980-an dan 90-an, para peneliti di Jepang dan Eropa pertama kali mengidentifikasi bahwa serrapeptase secara efektif mengurangi peradangan dan nyeri pada berbagai kondisi termasuk pembedahan, radang sendi, sinusitis, bronkitis, sindrom terowongan karpal, dan masalah gigi.

Serrapeptase bubuk

Manfaat Utama Serrapeptase

  • Melawan Peradangan dan Pembengkakan

Salah satu manfaat serrapeptase yang paling terkenal adalah kemampuannya mengurangi peradangan, yang dilakukan dengan mendorong pergerakan sel kekebalan dan mengatur kadar sel darah putih di lokasi peradangan.

Serrapeptase juga mengurangi pembengkakan dengan mengurangi penumpukan cairan di jaringan, meningkatkan drainase cairan, dan melarutkan jaringan mati di sekitar area luka (mirip dengan cara melarutkan kepompong ulat sutera).

Faktor-faktor ini memungkinkan percepatan penyembuhan pada area yang terluka atau meradang.

Serrapeptase juga melawan peradangan dengan mengikat molekul siklooksigenase yang disebut COX-I dan COX-II.

COX-I memecah asam arakidonat, yang kemudian menghasilkan senyawa proinflamasi yang disebut interleukin dan prostaglandin.

Oleh karena itu, serrapeptase dapat mengikat COX-I dan menekan pelepasan inflamasi ini, serupa dengan bagaimana minyak ikan bertindak sebagai agen anti-inflamasi.

Sebuah tinjauan sistematis mengidentifikasi 24 penelitian di mana serrapeptase berdampak positif terhadap peradangan pada kondisi seperti operasi gigi, pembengkakan setelah cedera olahraga, penyakit radang vena, sinusitis, radang tenggorokan, dan banyak lagi.

Namun, penulis mencatat bahwa sebagian besar penelitian ini memiliki metodologi di bawah standar, termasuk ukuran sampel yang kecil, durasi yang singkat, atau tidak membandingkan serrapeptase dengan senyawa aktif lainnya.

  • Sifat Antibakteri dan Penyembuhan Luka

Serrapeptase dapat digunakan bersamaan dengan antibiotik, karena membantu mengganggu biofilm bakteri dan memungkinkan antibiotik membunuh bakteri dengan lebih efektif.

Hal ini terutama berlaku pada bakteri yang kebal antibiotik, yang seringkali memiliki biofilm kuat yang tidak memungkinkan penetrasi antibiotik.

Penelitian menemukan bahwa serrapeptase bekerja secara sinergis dengan beberapa jenis antibiotik, termasuk penisilin, fluoroquinolon, tetrasiklin, dan sefalosporin.

Ini juga memfasilitasi penyembuhan luka dengan melarutkan jaringan mati di sekitar lokasi cedera atau trauma, meningkatkan sirkulasi, dan menguras cairan, yang semuanya meningkatkan perbaikan jaringan.

  • Meredakan Rasa Sakit

Mirip dengan cara melawan peradangan, serrapeptase juga menjanjikan sebagai pereda nyeri alami.

Dalam sebuah penelitian, menggabungkan serrapeptase dengan parasetamol mengurangi rasa sakit setelah operasi gigi lebih banyak dibandingkan hanya menggunakan parasetamol saja.

Seperti disebutkan, serrapeptase menekan aktivitas COX I dan COX II, yang diketahui menghasilkan prostaglandin yang menyebabkan nyeri—ini juga cara kerja obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) sebagai pereda nyeri.

Serrapeptase juga mengurangi rasa sakit dengan menghalangi pelepasan bradikinin, sebuah molekul yang menyebabkan respons nyeri.

  • Mengurangi Lendir

Serrapeptase telah menunjukkan sifat mukolitik—penguraian lendir—yang dapat membantu mengatasi infeksi saluran pernafasan seperti sinusitis dan bronkitis.

Serrapeptase diperkirakan melakukan hal ini dengan mengurangi akumulasi neutrofil.

Neutrofil adalah sel darah putih yang meningkat akibat infeksi, menyebabkan lendir lebih kental di area seperti paru-paru, telinga, hidung, atau tenggorokan.

Dalam sebuah penelitian, serrapeptase mengurangi kekentalan dan elastisitas dahak (air liur dan lendir yang keluar dari saluran pernapasan) dan menurunkan jumlah neutrofil lebih banyak pada orang dengan penyakit saluran napas kronis dibandingkan mereka yang menggunakan plasebo.

  • Dapat Menurunkan Risiko Aterosklerosis

Serrapeptase bertindak sebagai fibrinolitik, memecah protein pembekuan darah yang disebut fibrin.

Saat melarutkan fibrin dan jaringan mati lainnya, serrapeptase diperkirakan juga melarutkan endapan plak arteri yang berbahaya tanpa merusak arteri itu sendiri.

Peradangan adalah penyebab lain aterosklerosis, jadi serrapeptase mungkin dapat mengurangi risiko ini melalui tindakan anti-inflamasinya.

Namun, kami belum memiliki penelitian yang mengamati efek serrapeptase pada aterosklerosis pada manusia.

  • Dapat Meningkatkan Faktor Neurotropik yang Berasal dari Otak

Terakhir, beberapa penelitian menunjukkan bahwa serrapeptase mungkin bermanfaat bagi beberapa aspek kesehatan otak.

Sebuah penelitian pada hewan menemukan bahwa serrapeptase (dan enzim lain, nattokinase) secara signifikan meningkatkan kadar faktor neurotropik yang diturunkan dari otak (BDNF), sebuah protein yang memfasilitasi pertumbuhan dan kelangsungan hidup neuron.

Namun, seperti halnya aterosklerosis, kita memerlukan lebih banyak penelitian pada manusia untuk menentukan apakah suplementasi serrapeptase bermanfaat bagi kesehatan otak atau kognisi.

Asam Oktadekendioat
Serrapeptase bubuk (2)

Untuk Apa Serrapeptase Digunakan?

Serrapeptase umumnya digunakan untuk mengurangi peradangan, pembengkakan, dan nyeri.

Ini juga dapat mengurangi penumpukan lendir dan pembentukan bekuan darah.

Apakah Serrapeptase Benar-benar Berfungsi?

Penelitian menunjukkan bahwa serrapeptase bermanfaat untuk mengurangi rasa sakit, peradangan, dan pembengkakan.

Hal ini juga terbukti memperkuat efektivitas antibiotik, karena memecah biofilm bakteri.

Namun, kita memerlukan lebih banyak penelitian tentang efek serrapeptase terhadap pengurangan lendir dan kesehatan otak.


Waktu posting: 24 Agustus-2023